Kamis, 06 Juni 2013

Ragunan, Zoological Park in Jakarta


Hallo, kali ini gue mau bahas segelintir info pariwisata di tanah kelahiran gue, yaitu
Taman Margasatwa Ragunan.
Tapi... sebelum itu gue mau yang baca jangan jadi kangen sama sodaranya
yang ada disana ya~
hehehehe


okelah, lets check this out!!

Taman Margasatwa Ragunan atau yang eksis ditelinga kita Ragunan, merupakan suatu objek wisata yang ada di Jakarta. tepatnya berada di Jl. R.M Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Banyak orang yang berstatment kalau Ragunan itu cuma sarang Monyet, alias kebun binatang yang nampung monyet dan sejenisnya.
Salah banget tuh kalau mikir seperti itu...
Emang sih disana ada Pusat Primata Schmutzer yang isi nya emang khusus primata aja, tapi jangan salah tanggap dulu, kalau bagian Primata Schmutzer sih emang isi nya monyet dan saudara-saudaranya aja, tapi kalau di luarnya nggak kok.
Disana tuh kita bisa nemuin Harimau Sumatra, Harimau Putih, Komodo, Jerapah, Kuda Zebra, Gajah, Ular Phyton dan berbagai macam burung seperti Kakatua, Kasuari dan Betet.  


 


Perlu kalian tau, kalau ternyata Ragunan ini merupakan kebun binatang pertama yang ada di Indonesia, yang telah berdiri sejak tahun 1864. Awalnya Ragunan sendiri diberi nama Planten En Dierentuin yang berarti "Tanaman dan Kebun Binatang", makanya kalau kita masuk ke Ragunan, kita nggak cuma menemukan hewan aja, tapi juga spesies-spesies tanaman

Kita bisa nemuin berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen. keren kan..
Makanya Ragunan digolongkan sebagai Zoological Park, karena selain sebagai taman margasatwa, Ragunan sendiri juga dijadikan sebagai taman rekreasi. Dan  cocok banget kalau dijadikan sebagai sarana edukasi untuk anak-anak.
Kenapa? Karena di Ragunan kita bisa melihat berbagai jenis hewan dengan sangat dekat dan jelas, bahkan ada beberapa jenis spesies yang dapat kita sentuh, beri makan dan berfoto bersama. Asik banget kan?
Tapi untuk memberi makan hewan-hewan tersebut, ada jam khsuusnya nih. (hewan aja makan berjadwal, tapi kalau manusia? kapan laper disitu mereka makan, yakan?). Jadi untuk memeberi makan para wisatawan wajib, kudu, mesti, must, harus liat jadwalnya yang sudah disediakan oleh pengelola.

 

Raguan sendiri sebagai Zoological Park memiliki lebih dari 260 spesies satwa dan sekitar 3000 hewan (termasuk burung-burungan) tergolong langka.


Disana juga tak hanya mengkonservasi hewan langka milik Indonesia saja, tapi ada juga lho yang milik luar negeri.


Raguan juga punya tempat spesial yaitu Pusat Primata Schmutzer, yaitu tempat pelestarian primata seperti gorilla, orang utan, simpanse dan gank nya. PP Schmutzer sendiri awalnya dikelola dan didanai langsung oleh The Gibbon Fondation.
Di dalam PP Schmutzer kita dapat melihat primata yang dirawat dengan baik. Disana juga kita dapat melihat primata-primata itu dengan sangat dekat, karna hanya di batasi oleh pagar atau kaca. Tapi untuk para wisatawan yang merokok dilarang banget buat merokok disana. kasian nanti primatanya malah sakit karena asap rokoknya. Untuk masuk kesana juga kita dilarang buat membawa makanan, hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan PP Schmutzer sendiri. Tapi hal yang lebih nggak enaknya lagi, kalau kita membawa makanan ke dalam, nanti makanan kita itu malah direbut sama gank primata yang menghuni PP Schmutzer sendiri, gamau kan makanannya diambil? Makanya, pengelola melarang membawa makanan kedalam.
Untuk masuk ke PP Schmutzer sendiri, tiap wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp 6.000 sampai Rp 7.500 saja.



Selain taman rekreasi dan satwa, di Ragunan ada juga restoran, kantin dan beberapa wahana bermain anak-anak, seperti kereta mini untuk berkeliling Ragunan, perahu angsa, bombom car, kuda-kudaan dan lainnya dengan harga tiket sekitar Rp. 3000 sampai Rp.6000 saja, kecuali perahu angsa harga tiket sekitar Rp.15.000 untuk 2 orang. Ada juga wahana Gajah tunggang, Kuda tunggang dan Unta tunggang, terus anak-anak juga bisa menaikinya keliling area tunggang hewan tersebut. Harga Tiket sekali keliling Rp. 5.000,- sampai 7.500. Terjangkau banget kan buat dijadikan sarana rekreasi dan edukasi untuk anak-anak?

Pokoknya di Ragunan kita bisa seneng-seneng deh, sama keluarga? bisa. sama temen/sahabat? bisa. sama pacar juga bisa kok. hihihihihi.
Hunting foto? wah tiu apa lagi, bisa banget dong, nih contohnya:

  

Saran aja nih buat para orang tua, jangan sering-sering memanjakan anak dengan teknologi, tapi bawalah mereka berekreasi yang didalamnya juga mengandung edukasi, seperti ragunan ini.
Dan buat kalian-kalian kawula muda, dateng ke Raguan juga dong, perluas wawasan kalian dan observasi langsung. Sesekali pacaran di kandang hewan yang komplit kayak Raguan ini kan juga asik. hehehehe.

okelah, sekian bacotan gue tentang Raguan
semoga bermanfaat untuk kalian
see you at Ragunan :)


Selasa, 04 Juni 2013

Taman Mini Indonesia Indah, Liburan Serba Ada Punya Jakarta

Siapa sih yang gak tau objek wisata yang satu ini?
Orang-orang juga tau, kalau Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan salah satu objek wisata yang paling terkenal di Jakarta.
Letaknya di Jl. TMII Cipayung, Jakarta Timur. TMII sendiri berdekatan dengan objek wisata lain seperti Taman Anggrek Indonesia Indah, Monumen Pancasila Sakti dan Mall Tamini Square.




Taman Mini Indonesia Indah diresmikan sejak April 1975. TMII sendiri diprakarsai oleh Ibu Tien Soeharto (almh). TMII merupakan suatu taman yang menggambarkan secara utuh Indonesia dengan penampilannya yang mini dan indah




 
TMII juga punya maskot lho..
Maskotnya itu si "HANOMAN", yang diberi nama NITRA yang artinya Anjani Putra.
Jadi jangan heran kalau lagi muter-muter di TMII banyak nemuin patung atau gambar si Hanoman ini yaaa...



Karena TMII sendiri merupakan suatu objek wisata yang dibangun berbasis budaya dan ilmu pengetahuan maka kita bisa menemukan banyak banget fasilitas berbasis budaya dan pendidikan disana, diantara lain berupa: 26 Anjungan Daerah, Arsipel Indonesia, Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Istana Anak-anak Indonesia, 11 Unit Taman, 15 unit museum, Komplek Rumah Ibadah agama-agama yang ada di Indonesia serta berbagai hiburan menarik, asik dan cocok banget buat dijadiin sarana rekreasi keluarga.




Harga tiket masuk per orang juga cukup murah, kita cuma perlu bayar Rp 9.000 aja untuk bisa masuk dan menjelajah di TMII. Tapi bagi para wisatawan yang datang membawa kendaraan, so pasti kena biaya untuk kendaraan juga, harganya bervariasi, tapi tetep terjangkau kok.







Untuk anjungan sendiri, kita bisa menemukan anjungan-anjungan tiap provinsi yang dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat. Disetiap anjungan-anjungan ini disediakan juga baju dan pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan dari masing-masing daerah, sehingga kita bisa melihat betapa kayanya Indonesia akan segala budayanya. Gak cuma itu aja, tapi hampir setiap minggu ada aja kegiatan upacara adat yang diselenggarakan oleh anjungan yang ada disana. Di anjungan-anjungan tersebut kita juga bisa membeli cinderamata asli daerah anjungan tersebut. Makanan khas juga ada lho...

Di beberapa anjungan pun terdapat kursus tari-tarian daerah dan sesekali terdapat pagelaran seni dari anjungan-anjungan tersebut. 




Lalu ada PP IPTEK atau Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, disana kita bisa nemuin banyak banget hal yang berbau sains. Disana kita bisa belajar sambil bermain (udah kayak majalah bobo aja ya..)

Tidak hanya melihat dan mencoba hasil IPTEK saja, kita juga bisa masuk ke theater nya dan bisa menonton video tentang IPTEK. seru banget gak sih?

Istana Anak-anak Indonesia merupakan suatu tempat bermain khusus anak-anak pastinya. Disana terdapat kolam renang, air terjun, kereta api kecil dan beberapa permainan khusus anak-anak.


Kalau bahas tentang taman di TMII sendiri, ada Taman Burung yang didalamnya banyak banget spesies burung-burung. Terus ada juga Taman Akuarium Air Tawar, ya jelas lah ya isi nya pasti ikan-ikan yang hidupnya di air tawar. Terus ada Taman Bunga Keong Mas yang berbatasan langsung sama anjungan Papua. Kemudian ada Taman Anggrek, Taman Apotek Hidup, Taman Kaktus, Taman Melati, Taman Bekisar, Taman Ria Atmaja dan Taman Budaya Tionghoa.


Di TMII kita juga bisa menemukan beberapa museum, diantaranya: Museum Indonesia, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Museum Transportasi, Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Keprajuritan, Museum Pusaka, Museum Perangko, Museum Telekomunikasi, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Penerangan, Museum Olah Raga, Museum Komodo dan Reptil, Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu, Museum Asmat dan Museum Timor Timur (yang tadinya anjungan Timor Timur, cuma sayang aja ya doi memisahkan diri dari Indonesia).



Untuk Komplek Rumah Ibadah Sendiri terdiri dari rumah-rumah ibadah setiap agama-agama utama yang ada dan diyakini oleh warga Indonesia, seperti: Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Protestan Haleluya, Gereja Khatolik Santa Catharina, Pura Penataran Agung Kertabhumi, Wihara Arya Dwipa Arama, Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa dan Kuil Konghucu Kong Miao.




Kemudian kalau nahas tentang TMII sudah pasti identik sama Theater  Keong Mas. Teater  IMAX yaitu teater dengan layar berukuran raksasa, jauh lebih besar daripada layar bioskop ukuran normal. Di Teater IM AX Keong Mas juga  diputar berbagai film mulai dari film bertemakan lingkungan dan kebudayaan nusantara sampai film-film box office yang resolusinya diubah menjadi khusus untuk teater IMAX. Film IMAX yang diputar antara lain Indonesia Indah II, Force of Nature, T-Rex, Blue Planet, Arabia, Journey to Mecca dan masih banyak yang lainnya. Udah pasti kalau nonton disana puas banget, secara layarnya lebar banget..


Karena TMII merupakan objek wisata yang cucok banget buat rekreasi keluarga, maka disana kita bisa menemukan Kereta Gantung, Aeromovel, Kereta Api Mini, Arsipel Indonesia, Perahu Angsa di danau buatan milik TMII, Taman Among Putro, Taman Ria Atmaja, Desa Wisata dan Kolam Renang Snow Bay. Miniatur Monas juga ada disana, tapi tugunya gak pakai emas asli sih, tapi ya namanya juga miniatur.



My world

Hallo, kenalin nama gue Stephani S Pratiwi. Biar akrab biasanya orang-orang sih manggil gue Fani, Tiwi, atau Stevi.
Kalau lo semua nanya kapan gue terbentuk, gue pribadi sih gak tau ya...
yang jelas itu urusan ortu gue sama Tuhan, tapi kalau lo tanya dimana dan kapan gue lahir, gue lahir di Jakarta tanggal 15 September 1994.
Gue merupakan salah satu anak keturunan Batak yang lahir dan besar di Jakarta, tapi walaupun begitu orang tua gue gak pernah membiarkan gue kehilangan identitas gue sebagai orang Batak, walaupun di nama lengkap gue sendiri pun gak ada marganya.
Dari kecil gue dikenalin sama budaya Batak seperti, bahasa, tarian, lagu dan beberapa hal lain yang masih terkait erat sama budaya Batak itu sendiri.
Walaupun gue anak dari keturunan Batak, entah kenapa banyak orang yang gak percaya kalau gue ini orang Batak.
Kenapa??? Gatau juga sih ya, cuma dari beberapa orang yang berkomentar ke gue tentang paras dan gaya bicara gue lebih mirip orang Jawa atau anak Jakarta asli.
Tapi, yaudahlah yaaaa.. penting amat deh dibahas.

Bay the way, sekarang ini gue masih melanjutkan studi gue lebih lanjut di kampus Unud alias Universitas Udayana dan tepatnya gue terdampar di Fakultas Pariwisata, jurusan Destinasi Pariwisata.
Alasan gue memilih kuliah di Bali, karena kalau mengambil jurusan kepariwisataan di Bali udah paling cucok lah yaaaa..
Walaupun keadaan kampus yang kurang indah dan kurang memadai tapi gak boleh nilai dari luarnya aja, kalau bahas kualitas dosen dan pelajarannya terhitung baiklah.
Alasan lainnya, karena gue juga sangat tertarik sama yang namanya pariwisata. Konteksnya cukup luas dan kompleks tapi asik juga pas udah dijalanin.
Tapi mau seasik apapun kalo udah ditanya tentang tugas.., gokil sih banyaknya, tapi seru juga kalau dari tugas-tugas itu dapat kesempatan buat jalan-jalan gratis ke objek-objek wisata di Bali.

Sebagai insan pariwisata yang baik, setelah ini gue akan menceritakan beberapa lokasi atau objek-objek wisata yang ada di Indonesia, tapi terlebih dahulu gue mau cerita tetang objek yang ada di Provinsi Jakarta, karena gue lahir dan dibesarkan disana.

Lets check this out!!